Postingan

Yang Hilang

Gambar
Ada yang hilang dari kehidupan saya: barokah waktu. "Pertanda hadirnya keberkahan Allah pada waktu-waktu seorang hamba," tutur ulama, "adalah saat sangat banyaknya amal kebajikan yang dilakukan dalam waktu yang sangat sedikit." Benar saja. Saya jauh dari itu. Bahkan kebalikannya. Saat sangat sedikitnya kebajikan yang dapat dikerjakaan, dalam waktu yang sangat banyak. Subhanaka ya Rabb, inni kuntu minadzh-dzhalimiin.   Tercerabutnya keberkahan Allah dalam waktu-waktu yang dijalani.  Membelah diri, adalah yang selalu saya andai-andaikan.    Namun sayangnya saya tak dapat membelah diri menjadi 7. Satu untuk beribadah. Satu untuk belajar. Satu untuk mencari nafkah. Satu untuk bermuamalah. Satu untuk rekreasi. Dan satu untuk menjemput jodoh. Serta satu lagi untuk cadangan, bila-bila jodoh kita memang tidak hanya satu pilihannya. Cukuplah untaian Ibnu Mas'ud berikut untuk menutup celoteh saya yang tak jelas ini, "Tidaklah aku menyesal mel...

5 Tips Menghemat Baterai Ponsel saat Traveling

Gambar
Hi travelers, lama kita tak saling sapa. Cuap tentang perjalanan dan petualangan. Entah mencari serpihan hikmah, atau sekedar pelepas lelah dan penat.  Kali ini, saya ingin berbagi 5 tips sederhana bagaimana menghemat baterai ponsel saat sedang melakukan traveling. “Hidup itu makin sederhana,” kata teman saya “asalkan ada colokan dan sinyal hape”.  Herewith, 5 tips untuk kamu-kamu yang doyan berpergian dan ingin tetap eksis. Dari saya, sesama traveler yang kebetulan pernah kursus singkat di teknik telekomunikasi UGM. 1. Matikan data atau hapenya sekalian, saat sedang berkendara. Kenapa? Saat berkendara, kamu (dan otomatis hape-mu) akan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. It means, BTS (tower penyedia layanan/sinyal) yang menghubungkanmu dengan jaringan telekomunikasi akan berganti-ganti. Dari satu BTS ke BTS yang lain. Proses handover antar BTS yang melayanimu ini menghabiskan energi (yang diambil dari baterai hape) yang sangat besar.  Adaik...

Rindu

Jika rindu adalah kamu, maka izinkan aku menyerbakkannya, Pada teduh bulat mata-mu, Pada gelak tawa dan lesung tipis di pipi, Pada tangis dan marah-mu, Pada isak doa di penghujung malam. Pada saat dinginnya, Pada saat hangatnya, sua dan sapa. Jika rindu adalah aku, maka izinkan aku berlaku selayaknya aku, Ada hujan antara langit dan tanah, itulah rindu. Ada jembatan antara pengharapan dan pencapaian, itulah rindu. Ada pinta antara hamba dan Pencipta, itulah rindu, Ada ketuk cinta kala senja itu, itulah rindu, menjelma aku. ... dan rindu, Izinkan ia menjadi apa ia yang mau, Entah menjadi kamu, atau menjadi aku, Atau menjadi kita berdua saja kalau bergitu. -SI-

Menunggu

Makin panjang malam berlalu Temani kicau burung nokturnal tiada henti Para pembenci pagi tak lelap-lelapnya Tak berharap adanya kejadian yang berulang: esok Menunggu, Konsep yang dibenci Menanti, Kodrat yang dikutuki Menunggu & Menanti, Adalah kehendak Tuhan yang harus dijalani di hari esok, dan esoknya lagi, dan lagi suka tidak suka Di antara waktu yang makin tak bersahabat Para penunggu, para penanti merapal doa Musa Berharap getarnya Arsy Tuhan Sembari di-amin-i para Malaikat penjaga kebaikan "Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqiir" Duhai Tuhan, sungguh aku terhadap segala kebaikan yang engkau turunkan: sangat membutuhkan -SI-

.... yang menghiburmu

Apa yang paling menghiburmu? Bagiku sederhana saja: Saat kamu dapat membantu saudaramu menyelesaikan masalah dan hajatnya. Di saat kamu (sendiri) belum mampu menyelesaikan... untuk masalah dan hajatmu yang sama. -SI-

Mencintai Muhammad

Gambar
Suaranya merdu, walau agak samar. Seorang ibu berjalan menuruni lorong sempit sebuah tangga di depanku persis.  Shalawat atas Nabi-Nya terlantun dari lisannya. Sembari menuruni satu demi satu anak tangga Minaret Masjid Agung Banten Lama siang itu. Ia lantunkan berulang-ulang hingga anak tangga terakhir. Dan tetiba aku teringat dua kisah Rasul. Tentang mereka yang lebih baik dari para Sahabat. Mereka yang mencintai RasulNya lebih dari mereka mencintai diri mereka sendiri.  Semoga Allah memasukkanku dan kalian ke dalam kaum yang mencintai Allah dan RasulNya. Hingga Allah dan RasulNya pun mencintai mereka. "Suatu saat kami pernah makan siang bersama Rasulullah SAW dan ketika itu ada Abu Ubaidah bin Jarrah RA yang berkata “Wahai Rasulullah SAW adakah orang yang lebih baik dari kami? Kami memeluk Islam dan berjihad bersama Engkau. Beliau SAW menjawab “Ya, ada yaitu kaum yang akan datang setelah kalian, yang beriman kepadaKu padahal mereka tidak melihat Aku...

.... ajari kami tentang kekalahan

Gambar
Kita butuh mencintai. Walapun cinta itu membawa kita ke negeri yang danau-danaunya diisi dengan air mata. Lalu tetanggaku Yakob berkata:   “Ajari kami tentang kekalahan.” Dan dalam siklus itu tak ada yang menang maupun yang kalah; yang ada hanyalah tahap-tahap yang   mesti dijalani. Setalah hati manusia memahaminya, dia pun bebas dan sanggup menerima masa-masa sulit dan tak akan terlena oleh saat-saat penuh kemenangan. Namun, apabila kemenangan itu bukan milik mereka kali ini, maka masih ada lain kali. Dan kalau bukan lain kali, maka masih ada lain kali berikutnya. Yang terpenting adalah: bangkit kembali. Aku disini untuk memberitahu kalian bahwa ada orang yang belum pernah kalah: mereka yang tak pernah bertempur. Mereka yang kalah adalah mereka yang tidak pernah gagal. Kalah berarti kita bertekuk lutut dalam peperangan atau pertempuran. Gagal berarti kita tidak meneruskan pertempuran.  Hanya yang kalah, yang menyerah. Orang-orang lainnya ad...