Hipotesa Kegagalan
Sebagai peneliti senior sekaligus peneliti pertama dan terakhir di Appledore Lab, yang berada di otak saya yang kelewat imajinatif, saya merasa tertantang untuk melakukan penelitian. Sederhana saja. Penelitian kesekian saya ini berusaha untuk membuktikan atau bahkan mematahkan hipotesa saya. Selama enam purnama atau setara dengan bilangan hari dimana Balotelli membutuhkan waktu untuk mencetak gol perdana di EPL bersama The Reds, penelitian ini dijalankan. Penelitian yang nampak sederhana di permukaan namun cadas di dalam ini akan mencari konklusi: butuh berapa kali kegagalan lagi bagi seseorang untuk tidak merasakan apa-apa di kegagalan selanjutnya. Nah, yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah, tidak ada yang tulus ikhlas dan tidak sombong diri untuk rela menjadi kelinci percobaannya. Tidak ada sama sekali. Entahlah kenapa tidak ada yang berani merencanakan kegagalan. Padahal, dibalik resiko besar akan kegagalan terdapat dampak yang besar juga. High risk, high impa...