Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi dan Cinta

Jarak

Gambar
Aku berjalan meninggalkan senja dan para kekasih yang berbahagia Ada apa dengan jarak? Dibatasinya antara raga dengan hati Raga yang saling berpunggungan Hati tetap saling dekap Jarak yang dalam beragam rupanya: ruang // waktu // hingga guratan takdir Dan sajak-sajak yang silih berganti Dan alunan melodi rindu  Maka sumpah serapah bagi Gie Yang tiada sajak sedalam sajak-sajak ber-jarak-nya Apakah ini akan menjadi suatu hari yang biasa? Seperti katanya Ketahuilah, Jarak tak kan pernah berarti apa-apa Selagi cinta yang jadi jembatannya Sementara rindu menjadi pilinan baja penopangnya. Dua peri nun jauh di sebrang Menanti lelaki nya kembali Seperti mereka yang menanti Para serdadu kembali dari 'Ain Jalut Kita hanyalah sehimpun manusia Yang dilingkupi cinta dan diselimuti rindu Dengannya, jarak hanya sekedar kata tak bermakna, tak berasa Kecuali di paket data di ujung Dermaga 240917 -SI-

Apa itu (ber)jodoh?

Gambar
"Apa itu (ber)jodoh?" // Tanyaku, di suatu senja // Jawabmu... // 'Kala kita bersatu dalam kesamaan // Aku begini, kamu begini // Aku itu, kamu pun itu // Tak ada waktu tuk tuliskan perbedaan dalam naskah hidup yang kita jalani bersama' // Kuseruput secangkir teh pahit // Ditemani selapis roti yang mulai terasa hambar // "Kita adalah puzzle // Yang digunting-gunting oleh Tuhan // Menjadi bagian demi bagian // ... Kecil // Puzzle bukanlah dikatakan puzzle // Jika ia serupa // Jika ia sewarna // Bukan karena itu puzzle diciptakan // Puzzle adalah puzzle, // Jika dan hanya jika, // Beragam rupa, beraneka warna // Dan puzzle tidak diciptakan // Kecuali untuk saling melengkapi // Hingga tersusun satu diorama paling epik yang pernah diciptakan Tuhan // ... Keluarga hingga di Surga" // Kamu tambahkan sejumput gula pada tehku // Madu ditaruh, maniskan rotiku. // "Itulah (ber)jodoh // Dan kit...

Setangkup Rindu untuk Rindi

Adalah Rindu, (kata Gibran) ...menjadi jembatan penghubung antara pengharapan dan pencapaian. Adalah Rindi, (kata Aku) ....menjadi pendamping sepanjang kekal meniti jembatan rindu, sejengkal demi sejengkal. Adalah Malam, Hanya berselimutkan kain Rebah di tepi dipan Adalah Malam, Sunyi tanpa suara dan rekah senyummu Dingin tanpa peluk hangat Adalah Jarak, Betul, ia memisahkan Benar, ia menjauhkan Adalah Jarak, Namun ia membuncahkan Rindu Atas wajah teduh bernama Rindi The distance is nothing  when one has a motive (said Jane Austin, on Pride and Prejudice) Maka, Tujuan dan alasanku adalah Rindi yang kepadanya kupesembahkan setangkup Rindu Menebaskan jarak Menjemputmu kembali ke dekap ku Jakarta, 23 Sept 2015 Bersiap menjemput di kotamu Kembali ke kota Kita -SI-

.... Ada Cinta

Gambar
...ada cinta   Ada cinta, di rumah Khadijah al-Kubra Yang bahan bakarnya adalah: Ketaqwaan pada & hanya pada-Nya Ada cinta, di gubuk Fathimah az-Zahra Disejuki oleh hembusan: Kesabaran & Kebersyukuran Ada cinta, di istana Zulaikha Disinari cahaya bernama: Khauf & Raja' Akan ada cinta, di bahtera kalian berdua, Tersebab ada Allah yang 'kan selalu: Mendekap cita dan cinta Karena-Nya, Untuk-Nya, dan di Jalan-Nya -SI- --------- Baarakallahu lakuma, wa baarakallahu 'alaikuma, wa jama'a bainakuma fii khair... Selamat merayakan cinta! Semoga dari kalian terlahir generasi-generasi yang: Allah ridha pada mereka, dan mereka ridha pada-Nya Presented to our beloved friend, Dimas Agil Marenda and his wife TJ2K | AM | CM | SI

Rindu

Jika rindu adalah kamu, maka izinkan aku menyerbakkannya, Pada teduh bulat mata-mu, Pada gelak tawa dan lesung tipis di pipi, Pada tangis dan marah-mu, Pada isak doa di penghujung malam. Pada saat dinginnya, Pada saat hangatnya, sua dan sapa. Jika rindu adalah aku, maka izinkan aku berlaku selayaknya aku, Ada hujan antara langit dan tanah, itulah rindu. Ada jembatan antara pengharapan dan pencapaian, itulah rindu. Ada pinta antara hamba dan Pencipta, itulah rindu, Ada ketuk cinta kala senja itu, itulah rindu, menjelma aku. ... dan rindu, Izinkan ia menjadi apa ia yang mau, Entah menjadi kamu, atau menjadi aku, Atau menjadi kita berdua saja kalau bergitu. -SI-

Menunggu

Makin panjang malam berlalu Temani kicau burung nokturnal tiada henti Para pembenci pagi tak lelap-lelapnya Tak berharap adanya kejadian yang berulang: esok Menunggu, Konsep yang dibenci Menanti, Kodrat yang dikutuki Menunggu & Menanti, Adalah kehendak Tuhan yang harus dijalani di hari esok, dan esoknya lagi, dan lagi suka tidak suka Di antara waktu yang makin tak bersahabat Para penunggu, para penanti merapal doa Musa Berharap getarnya Arsy Tuhan Sembari di-amin-i para Malaikat penjaga kebaikan "Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqiir" Duhai Tuhan, sungguh aku terhadap segala kebaikan yang engkau turunkan: sangat membutuhkan -SI-

Makan tuh Cinta

Kalau satu waktu.. Anda pernah merasa, dan menganggap diri Anda adalah reinkarnasi jenderal kahyangan, Panglima Tiang Feng. Dan Anda adalah reinkarnasi ke-503, yang (sialnya), reinkarnasi ke-504 adalah menjadi Ti Pat Kay. Meratapi nasib, menanggung cinta yang deritanya tiada berakhir. Oh, man! Salam untuk Anda: "Makan tuh Cinta!"

Kita Dendelion

Gambar
Dendelion tak pernah menyesal menjadi dendelion.. Ia hanya hamba Tuhan yang ridha.. Tak pernah dikutukinya langit.. Yang membakar kerapuhannya dengan terik mentari.. Yang membasahinya dengan rerintik hujan, di tengah dinginnya kabut lembah sore itu.. Dendelion tak pernah menyesal menjadi dendelion.. Ia hanya hamba Tuhan yang berpasrah.. Tak pernah ia sumpah serapahi angin.. Yang menerbangkan bunga-bunga rapuhnya.. Yang membawanya terbang bersama harapan-harapan, di siang penuh nyanyian dedaun yang bersenggolan.. Dendelion tak pernah menyesal menjadi dendelion.. Ia hanya hamba Tuhan yang berserah diri.. Ia ikhlasi kemanapun angin meniupkan kehendak-Nya.. Mendamparkannya ke lautan, bebukitan, padang pasir nan tandus.. Atau, mempertemukannya dengan dendelion lain, untuk melanjutkan kehidupan yang serba baru.. Dendelion tak pernah menyesal menjadi dendelion.. Ia hanya hamba Tuhan yang berbaik sangka.. Ia tunduk patuh, melebarkan senyuman.. Maka, Tuhan menganu...

Doa Mereka yang Berjarak

Gambar
Perpisahan itu memang menyedihkan. Namun dia tak akan membuatmu merasakan apapun kecuali kesedihan. Hanya kesedihan. Itu saja. Maka, yang kubenci dari perjumpaan bukanlah perpisahan. Namun, kerinduan setelahnya. Kerinduanlah yang menyakitkan. Sekaligus menyedihkan. Kala ia hadir menyelinap dalam doa terisakmu yang penuh harap. Kala ia menelusup dalam selimut hangat menjelang tidur malam mu. Kala ia tersenyum mengetuk pintu hatimu berkali-kali untuk kembali menyapa. Maka, benar apa kata Juliet pada Romeo: ".....parting is such sweet sorrow". Perpisahan itu kepedihan yang teramat manis untuk dikenang. Karena, perpisahan itu tak berjalan sendiri. Ia melangkah bersama kawan abadinya: kerinduan. Dan bagi mereka yang terpaksa menikmati manisnya takdir perpisahan. Dan bagi mereka yang memilih untuk berjarak. Dan bagi mereka yang memilih untuk menepi sejenak. Dan bagi mereka yang mengikhlaskan hanya bersua di ruang rindu. Perpisahan tiada bera...

Kutipan Doa: "Aku siap menikah! ......dengan siapapun yang Allah pilihkan"

Gambar
Merekonstruksi perjalanan Khidir dan Musa. Mungkin adalah judul yang tepat untuk hikmah satu harian, pada beberapa hari lalu. Tapi saya bukan Musa, meskipun dapat sekelumit pelajaran (lebih tepatnya tamparan), hari itu. Dan saya sendirian, tidak bersama pemberi hikmah seperti Khidir. Saya hanya memilin hikmah otodidak dari akal saya yang suka nyeleneh. Ini tentang satu fase kehidupan. Setengah Agama. Yang saya pribadi entah kapan diperkenankan Allah untuk melangkah. Mungkin karena Dia paham, saya masih pada level, yang kata Cak Nun, terjangkiti "takhayul yang enak-enak tentang rumah tangga." Anyway, here it's. Semoga kita sama-sama mendapat hikmah. Rabbi anzilni mundzalan mubaarakan. ****** Menjelang Zuhur dalam sebuah penantian. Menanti Commuterline, maksudku. Seorang wanita berjilbab lebar, sebut saja Akhwat. Duduk di ujung peron stasiun Manggarai. Menanti Commuterline, juga. Sembari bertilawah. Masya Allah, shalihah betul. Lupakan dia. Mari me...