Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial dan Politik

Kereta Cepat untuk Siapa?

Gambar
Pekan ini, kantor saya dipanggil oleh pihak KCIC, Kereta Cepat Indonesia China. Beberapa tower kami akan kena gusur karena bersenggolan dengan jalur kereta cepat. Loh jadi tho? Tak kira hanya sekedar peletakan batu pertama trus mandeg. Saya rasa ini proyek dagelan. Ya kita mafhum pak Jokowi ini meletakan pembangunan infrastruktur sebagai program nomor wahid. Meskipun resiko nya banyak subsidi dicabut dan hutang kita makin menumpuk. Kalau tentang percepatan infrastruktur kita harus sepakat. Indonesia luasnya dari ujung ke ujung kalau infrastruktur nya buruk, kita tak akan pernah maju. Tapi kereta cepat? Wajar saja Jonan (kala itu Menhub) sampai lebih memilih kegiatan yang lain ketimbang menemani pak Presiden dan bu MenBUMN meresmikan KCIC. Dan mungkin ini juga alasan mengapa Jonan terdepak dari kabinet. Kereta cepat untuk siapa? Secara jarak JKT-Bandung tidak jauh jauh amat. Apalagi secara plan ada banyak stasiun transit (termasuk stasiun Meikarta?). Kereta cepat tidak akan banyak be...

RPTRA-nya Ahok

Gambar
To be honest, selama 27 tahun saya menjadi bagian dari wajah Jakarta, saya baru merasa Gubernur benar-benar bekerja ya hanya selama 3 tahun terakhir saja. Lainnya hanya hampir bekerja (maaf ya bang Yos) dan selebihnya hanya pura-pura bekerja (you know who i mentioned well) Ahok dengan warisan karut marutnya tata kelola Jakarta, mampu membangun Jakarta yang lebih ramah. Jakarta Baru bukan hanya ilusi. Sebenarnya, tidak ada ide besar yang ia usung. Ahok hanya melakukan apa yang seharusnya seorang Gubernur lakukan. Sesederhana itu. Ia tahu warga kota itu warga yang acuh dan individualis, maka ia kembangkan pasukan orange. Ia tahu Jakarta sudah jenuh dengan kendaraan, maka ia bangun MRT, revitalisasi Transjakarta dengan feeder yang makin menjangkau pelosok kota. Dibangun pula banyak flyover dan underpass. Ia tahu banjir masih menjadi momok bagi Ibukota, maka ia revitalisasi sungai. Suka tidak suka, penggusuran adalah hal wajib. Lalu ia bangun rusun bagi mereka yang terdampak. Sulitnya...

Hipotesa Kegagalan

Gambar
Sebagai peneliti senior sekaligus peneliti pertama dan terakhir di Appledore Lab, yang berada di otak saya yang kelewat imajinatif, saya merasa tertantang untuk melakukan penelitian. Sederhana saja. Penelitian kesekian saya ini berusaha untuk membuktikan atau bahkan mematahkan hipotesa saya.  Selama enam purnama atau setara dengan bilangan hari dimana Balotelli membutuhkan waktu untuk mencetak gol perdana di EPL bersama The Reds, penelitian ini dijalankan. Penelitian yang nampak sederhana di permukaan namun cadas di dalam ini akan mencari konklusi: butuh berapa kali kegagalan lagi bagi seseorang untuk tidak merasakan apa-apa di kegagalan selanjutnya. Nah, yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah, tidak ada yang tulus ikhlas dan tidak sombong diri untuk rela menjadi kelinci percobaannya. Tidak ada sama sekali. Entahlah kenapa tidak ada yang berani merencanakan kegagalan. Padahal, dibalik resiko besar akan kegagalan terdapat dampak yang besar juga. High risk, high impa...

Makan tuh Politik

Kalau Anda pernah menjilat kembali ludah sendiri. Berkata dan mendukung (mati-matian) A tentang politiknya Z. Lalu, partai anda memutuskan B tentang politiknya Z. Dan tiba-tiba seperti tak pernah ada hari kemaren: Anda berkata B tentang politiknya Z. Dan mendukung B (mati-matian) padahal ia berseberangan dengan A. Oh, man!  Anda layak diberikan salam: "Makan tuh Politik!"

Festival Palang Pintu IX 2014: Nyablak nyok Nyablak!

Gambar
Jakarta kembali bergeliat dengan event khas-nya. Festival Palang Pintu kembali digelar untuk ke-9 kalinya. Bertempat di Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, inilah Pekan Raya Jakarta yang sebenar-benarnya PRJ. Festival Palang Pintu IX ini diselenggarkan 2 hari, Sabtu-Ahad 7-8 Juni 2014. Dimeriahkan oleh berbagai kesenian khas Betawi yang mirisnya sudah mulai tersisihkan. Juga oleh berbagai makanan khas Betawi yang juga sebelas dua belas mulai layak dimuseumkan. Dan juga stand-stand kuliner lain juga pakaian. Tak lupa pernak-pernik yang sangat Jakarta. Penuh, manusia tumplek blek di sana. Bukan hanya penduduk asli Betawi, namun dari seluruh Nusantara, dan bahkan eks-patriat pun merangsek Kemang Raya. So, kapan lagi kita menikmati Betawi di negeri sendiri. Mari menjadi Betawi! Oh iya, FYI saja. Palang pintu adalah budaya Betawi untuk membuka jalan. Saat ini, populer untuk meriahkan acara pernikahan. Saat kedua belah pihak saling berhadapan, "beradu" beladiri silat Betawi sembari b...

Putihkan Jakarta!

Gambar
2004, Jakarta memutih. Warnanya memutihkan rimba Jakarta yang kusam. Memenangkan hati seperlima penghuninya. Menjadi mayoritas. Memimpin ibukota dengan sifatnya yang putih. Putih itu bersih. Dari kekotoran, dari kemunafikan. Dan tentu, bersih dari korupsi. Mungkin satu-satunya. Putih itu juga peduli. Ada dimana-mana. Mereka  tak meminta. Tapi putih tetap hadir, melayani. Menjadi pertama. Putih itu juga sederhana. Bersahaja. Saat Senayan layaknya showroom mobil mewah. Putih datang dengan kebersahajaannya. Memilih kijang  tahun kemerdekaan, atau bahkan bebek keluaran masa Jan Pieterszoon Coen. 2007, Jakarta masih memutih. Melawan 20 lebih warna lain. Putih tetap berjaya, walau hanya sendirian. 20 lawan 1, putih keok? Walau hitungan angka putih kalah tipis. Tapi secara logika, putih tetap mendominasi. Putih  tetap berkibar perkasa. 2009, langit ibukota mulai membiru. Putihnya masih. Tapi biru mulai memekat. Berganti mendominasi.Biru ada dimana-mana. Ka...

Memilih April 14: Keadilan dan Sejahtera

Gambar
Apa kabar pemilu 2014?  Sudah dapat pilihan?   Saya ini malas sekali ikut kampanye pemilu. Sosialisaikan partai politik secara massif. Terakhir kali ikut kampanye yang besar-besaran sekali cuma di pemilu 1999.  Anda tahu partai apa? PDI Perjuangan Di Pemilu 2014, saya memantapkan hati nurani (kembali) memilih Partai Keadilan Sejahtera... Kecuali nih ya, tiba-tiba dapat serangan fajar ~semacam diberi honda jazz atau dijodohkan dengan akhwat yang lebih baik ketimbang akhwat PKS~ oleh partai lain...  Kalau kita berpikir, semua partai sudah sama saja, ~sama-sama buruk maksudnya~, setidaknya PKS masih yang terbaik dari yang terburuk...  PKS akar rumput dan garis keras yang saya kenal itu adalah semua orang baik, tulus, dan tidak sombong... Kalau ada yang tidak baik, mungkin dia bukan kader PKS atau mungkin dia sudah dibebastugaskan (bahasa santun dari dipecat) oleh partai, seperti ~tidak jadi sebut nama.  Kalau tentang bandul elite yan...

Tarbiyah Bukan PKS

Gambar
Wajah Tarbiyah di Indonesia mulai agak samar di pandangan subjektif saya. Sebagai gerakan yang lahir dari rahim Ikhwanul Muslimin di Mesir, Tarbiyah mulai limbung paska mendeklarasikan dirinya sebagai Partai Keadilan (Sejahtera), terutama paska Pemilu 2004.   Apalagi, setalah sebagian oknum elitenya mulai di-KPK-an satu per satu. Hanya Allah dan mereka yang tahu tentang apa yang mereka perbuat. Benar atau salahnya. Dan semoga Allah menjauhkan saya dari kesalahan praduga dan keburukan prasangka. **** Begini, tulisan ini dibuat bukan untuk mengkritisi Tarbiyah apalagi sampai men-judge bahwa Tarbiyah sudah keluar dari jalurnya. Bukan. Toh maqom saya jauh dari itu. Sangat lancang, sebagai seorang yang dulu hanya berstatus sebagai kader kasta sudra di Tarbiyah sampai hati melakukan itu. Namun, ini hanya sekedar memberikan pandangan (subjektif) mengapa hari ini banyak orang kecewa terhadap Tarbiyah. Banyak kader yang akhirnya meninggalkan gerakan ini. Atau bahkan, sampai...

Kita Adalah Akumulasi Ketakutan Kita

Gambar
Saya mengingat kembali salah satu momen paling menegangkan selama saya hidup: ujian sidang a.k.a pendadaran S1. Kala itu, saya membayangkan bagaimana ruang seluas 7 x 7 meter menjadi ruang pembataian seorang anak manusia bernama: Sofiet Isa.  Saya membayangkan satu manusia didampingi dua pembimbing melawan tiga penguji tanpa welas asih. Dan saya juga membayangkan konsteleasi akan berubah waktu itu, menjadi satu melawan lima. Pembantaian! Tapi, pada waktunya saya baru tahu, ternyata saya dapat tertawa lepas waktu itu, di ruang itu. Ternyata, pendadaran “cuma segitu saja”, saya membatin selepasnya.  Pun, beberapa hari lalu. Saya harus menghadapi hal yang sama: ujian sidang. Tapi, kalau dulu tentang kuliah, kemaren itu di kantor terkait hasil pekerjaan selama satu semester. Terngiang-ngiang bagaimana cerita senior tentang sidang. Satu melawan tujuh kali itu. Tujuh, saudara-saudara. Apalagi, achievement saya belum sampai di level aman.   Teror, tak bis...

8 Tanda Keuangan Anda Sudah Sehat

Gambar
Siapa yang tidak ingin mapan secara finansial. Semua orang ingin mapan dan terbebas dari segala problema keuangan. Oleh karenanya, kita bekerja. Tapi, bekerja saja tidaklah cukup aman agar kita terbebas dari mimpi buruk keuangan. Kita juga harus paham bagaimana mengatur keuangan. Pun, kita juga harus paham bagaimana kondisi keuangan kita hari ini. Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, ada 8 tanda keuangan seseorang dapat dikatakan sehat. Berikut adalah tanda-tanda tersebut: #1 Memiliki Tujuan Keuangan Kita, baik sebagai individu maupun pasangan telah menetapkan tujuan keuangan masa depan. Apa yang hendak kita miliki di masa yang akan datang. Rumah? Kendaraan? Investasi? Dan lain-lain? Itu telah menjadi cita-cita. Jika telah berpasangan, alangkah lebih baik jika tiap individu memiliki tujuan keuangan masing-masing, dan telah disepakasi tentunya. #2 Di Usia ke-40, telah Memiliki Tabungan 1-3 kali   Pendapatan Tahunan Banyak penasihat keuangan berpedapat t...