Postingan

Anis Matta dan Arlogi 70 Juta

Gambar
Lagi! Gaya hidup anggota dewan kita yang (katanya) terhormat kembali menuai kecaman. Kali ini tentang parade arlogi “wah” politikus Senayan. Bayangkan, puluhan hingga ratusan rupiah dihabiskan hanya untuk sekedar arlogi. Misalnya, politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengaku memiliki arlogi senilai 450 juta. Wow! Tentu saja, yang paling banyak disoroti adalah arlogi Sang Sekretaris Jendral abadi PKS, Anis Matta. Walau tak semahal arlogi milik Ruhut karena “hanya” senilai 70 juta, namun ini dinilai sangat mencedarai hati umat. Tak lain, karena Sang Ustadz ini merupakan seorang politisi dari sebuah Partai Islam dan menisbatkan diri sebagai Partai Dakwah. Di tengah angka kemiskinan bangsa yang masih sangat tinggi. Di saat yang bersamaan, banyak pula kader partainya yang masih hidup dalam serba keterbatasan. Anis Matta dan juga partainya, dinilai sudah keluar dari khittah awal pendirian PKS. Benarkah? *********** Mengomentari fenomena ini, saya menganggap gaya hidup parlente al...

Lelaki di Pintu Surga VS Lembaga di Pintu Neraka

Gambar
Lagi, publik kembali dikejutkan dengan kasus rekening gendut PNS muda. Namanya Dhana Widyatmika (DW), bergelar “Lelaki di Pintu Surga” versi majalah Tarbawi tahun 2007. Namun, kisah bakti pada ibunda mantan pegawai Direktorat Jendral Pajak ini akhirnya menjadi anti-klimaks setelah ia ditetapkan sebagai tersangka atas (dugaan) kepemilikan rekening “tak wajar” senilai 60 miliar. Tak wajar, karena DW karena hanya berstatus PNS gol III/C. Dan kini, media menyebutnya sebagai Gayus (jilid) II. Tapi benarkah? Okay , mari kita diskusikan. ****** Sebelumnya, tulisan ini dibuat sekedar untuk mencurahkan uneg-uneg penulis (yang awam hukum dan perpajakan) sekaligus agar kita lebih berimbang di tengah (maaf) kemuakan penulis terhadap ke- lebay -an media kita hari ini. Ya, karena hidup di zaman yang o ver information ini maka kita harus banyak belajar sembari mencari data dan fakta di saat malas, prematur, dan bungkamnya jurnalis. Dalam siaran pers-nya tertanggal 01 Maret 2012, Kejaksaan ...

Menjemput Kebahagiaan Hakiki

Gambar
Tahukah Anda, apa yang terjadi di dunia setiap 40 detik sekali? Jika kita hitung angka satu, dua, tiga, dan seterusnya, maka pada hitungan ke-40 akan Anda temukan pada saat itu ada orang yang akhirnya mati secara tragis, bunuh diri. Ya, berdasarkan data dari pusat kesehatan dunia, WHO, setiap tahunnya ada lebih dari satu juta manusia mati bunuh diri. Bagi Anda yang mendalami ilmu psikolologi, pasti sudah tidak asing dengan nama berikut: Sigmund Freud dan Lawrence Kohlberg. Sigmund Freud adalah tokoh psikologi sekaligus pendiri aliran psikoanalisis di bidang psikologi. Sementara Lawrence Kohlberg adalah seorang professor di Universitas Harvard dan Universitas Chicago yang terkenal sebagai pakar perkembangan moral dan karakter manusia. Namun tahukah Anda bagaimana akhir hidup kedua tokoh yang sangat mengerti mentalitas manusia ini? Sigmund Freud mati bunuh diri dengan menyuntikkan tiga dosis morfin sekaligus dan Lawrence Kohlberg juga serupa, mati bunuh diri dengan menenggelamkan dir...

Syair Kemenangan

Gambar
Kita melangkah, Berlari secepat yang kita bisa Melewati jalan, ujungnya tak tampak Tapi kita tetap percaya, yakin pada satu asa: Ada cahaya kemenangan di ujung sana Seperti kala Muhammad berkata, lantang, "Allahu Akbar, aku telah diberi kunci Syam Demi Allah, aku melihat istana merahnya sekarang" Sementara, musuh siap menerkam di seberang Dan laparnya hanya ditahan dengan ganjalan kerikil Dan kita percaya pada firman Tuhan "Bersama kesulitan, pasti ada kemudahan" Ya, peluhnya perjuangan hari ini, Akan terbayarkan lunas dengannya: Takdir kemenangan esok hari Dan kita juga percaya, Pada semua cerita sejarah anak manusia Tak pernah akan ada kemenangan, tanpa pengorbanan Tiap keringat, darah dan air mata yang tertumpah ke bumi Pasti akan menjadi penebus sebuah kemenangan Maka, di penghujung jalan panjang kita, "Tatkala datang pertolongan Allah dan kemenangan" "Bertasbih dengan memuji-Nya dan mohonlah ampun pada-Nya" Semoga Allah memberikan keteguha...

Jakarta Kita

Gambar
Bukan gunung-gunung tinggi, menjulang Bukan pula hijaunya kebun-kebuh teh Atau sawah ladang yang semakin menguning Apalagi gemericik bunyi air terjun, indah Tapi tentang sebuah titik di bumi kita Tempat segala rasa beradu-padu Cerita: suka, duka, cita, dan... cinta Yang membawa gelora tuk selalu maju Dimana kita kan selalu begitu Menantang zaman yang makin tak toleran Melihat acuh dan tak pedulinya para individu Sembari melawan keras dan pahitnya peradaban Akankah kita masih diizinkan bertemu Dengan nuansa dan pesonanya, kelak Maka, yang kuharap hanyalah satu Semoga setelah hari ini kan ada hari esok Karena, aku kan segera kesana Kembali membawa segengam asa Mengejar bisik kemenangan yang makin membahana Menjemput takdir sejarah dari Yang Maha Kuasa Dengan izin Tuhan-ku, esok ku kan tiba Di sana, di Jakarta kita Graha XL, 3 November 2011, 10.20 Sofietisamashuri.blogspot.com

Mengikhtiarkan Keajaiban

Gambar
“Jika ini adalah ketetapan dari Allah, maka pergilah, karena Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya”. Dengan hati yang mantap, Hajar mengakhiri tanya-nya pada Ibrahim alaihis salam. Maka, berlalu lah Ibrahim alaihis salam meninggalkan Hajar dan Ismail kecil di sebuah lembah tandus tak bertuan, Mekkah. Waktu terus berlalu, sementara perbekalan telah habis dan Ismail kecil terus menangis karena dahaga dan laparnya. Di sebuah lembah tandus seperti Mekkah saat itu, rasa-rasanya mustahil menemukan air serta sumber penghidupan lainnya. Tapi, bagi Hajar, selagi masih ada Allah, maka (sekali lagi), Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya. Pergilah hajar mencari air. Berlari ia, dari bukit Shafa hingga bukit Marwa. Lalu, kembali dari bukit Marwa ke bukit Shafa. Begitu terus ia lakukan, berlari dari Shafa menuju Marwa dan kembali hingga tujuh kali ia lakukan itu tanpa henti. Namun, tak ada yang ia dapatkan. Tidak air, tidak pula makanan. Berhenti Hajar di titik kepayahann...

Menjemput Kedewasaan

Gambar
Akhir-akhir ini aku dihadapkan oleh berbagai macam kisah dan cerita kehidupan tentang ini: kedewasaan. berbicara tentang ini, bagiku, kedewasaan tidak selalu terkait dengan tingkat usia atau tingkat kematangan biologis seseorang. Walaupun, kadang proses pendewasaan berawal dari sana. Kedewasaan bagiku sangat erat hubungannya dengan kebijaksanaan. Sementara kebijaksaan adalah proses yang matang dari sebuah kehidupan. Di sini lah tingkat usia berperan. Namun, bukan tingkat usia fisik sebagai penentunya, melainkan usia pengalaman hidup manusia. Karena memang, usia pengalaman seseorang tak selalu linier dengan usia fisiknya. Banyak dari manusia yang panjang usia fisiknya, tapi singkat usia pengalamannya. Tak banyak hal yang ia dapat dari tiap fragmen hidupnya. Miskin pengalaman ia. “Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita: "Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-se...