Postingan

Menjemput Kebahagiaan Hakiki

Gambar
Tahukah Anda, apa yang terjadi di dunia setiap 40 detik sekali? Jika kita hitung angka satu, dua, tiga, dan seterusnya, maka pada hitungan ke-40 akan Anda temukan pada saat itu ada orang yang akhirnya mati secara tragis, bunuh diri. Ya, berdasarkan data dari pusat kesehatan dunia, WHO, setiap tahunnya ada lebih dari satu juta manusia mati bunuh diri. Bagi Anda yang mendalami ilmu psikolologi, pasti sudah tidak asing dengan nama berikut: Sigmund Freud dan Lawrence Kohlberg. Sigmund Freud adalah tokoh psikologi sekaligus pendiri aliran psikoanalisis di bidang psikologi. Sementara Lawrence Kohlberg adalah seorang professor di Universitas Harvard dan Universitas Chicago yang terkenal sebagai pakar perkembangan moral dan karakter manusia. Namun tahukah Anda bagaimana akhir hidup kedua tokoh yang sangat mengerti mentalitas manusia ini? Sigmund Freud mati bunuh diri dengan menyuntikkan tiga dosis morfin sekaligus dan Lawrence Kohlberg juga serupa, mati bunuh diri dengan menenggelamkan dir...

Syair Kemenangan

Gambar
Kita melangkah, Berlari secepat yang kita bisa Melewati jalan, ujungnya tak tampak Tapi kita tetap percaya, yakin pada satu asa: Ada cahaya kemenangan di ujung sana Seperti kala Muhammad berkata, lantang, "Allahu Akbar, aku telah diberi kunci Syam Demi Allah, aku melihat istana merahnya sekarang" Sementara, musuh siap menerkam di seberang Dan laparnya hanya ditahan dengan ganjalan kerikil Dan kita percaya pada firman Tuhan "Bersama kesulitan, pasti ada kemudahan" Ya, peluhnya perjuangan hari ini, Akan terbayarkan lunas dengannya: Takdir kemenangan esok hari Dan kita juga percaya, Pada semua cerita sejarah anak manusia Tak pernah akan ada kemenangan, tanpa pengorbanan Tiap keringat, darah dan air mata yang tertumpah ke bumi Pasti akan menjadi penebus sebuah kemenangan Maka, di penghujung jalan panjang kita, "Tatkala datang pertolongan Allah dan kemenangan" "Bertasbih dengan memuji-Nya dan mohonlah ampun pada-Nya" Semoga Allah memberikan keteguha...

Jakarta Kita

Gambar
Bukan gunung-gunung tinggi, menjulang Bukan pula hijaunya kebun-kebuh teh Atau sawah ladang yang semakin menguning Apalagi gemericik bunyi air terjun, indah Tapi tentang sebuah titik di bumi kita Tempat segala rasa beradu-padu Cerita: suka, duka, cita, dan... cinta Yang membawa gelora tuk selalu maju Dimana kita kan selalu begitu Menantang zaman yang makin tak toleran Melihat acuh dan tak pedulinya para individu Sembari melawan keras dan pahitnya peradaban Akankah kita masih diizinkan bertemu Dengan nuansa dan pesonanya, kelak Maka, yang kuharap hanyalah satu Semoga setelah hari ini kan ada hari esok Karena, aku kan segera kesana Kembali membawa segengam asa Mengejar bisik kemenangan yang makin membahana Menjemput takdir sejarah dari Yang Maha Kuasa Dengan izin Tuhan-ku, esok ku kan tiba Di sana, di Jakarta kita Graha XL, 3 November 2011, 10.20 Sofietisamashuri.blogspot.com

Mengikhtiarkan Keajaiban

Gambar
“Jika ini adalah ketetapan dari Allah, maka pergilah, karena Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya”. Dengan hati yang mantap, Hajar mengakhiri tanya-nya pada Ibrahim alaihis salam. Maka, berlalu lah Ibrahim alaihis salam meninggalkan Hajar dan Ismail kecil di sebuah lembah tandus tak bertuan, Mekkah. Waktu terus berlalu, sementara perbekalan telah habis dan Ismail kecil terus menangis karena dahaga dan laparnya. Di sebuah lembah tandus seperti Mekkah saat itu, rasa-rasanya mustahil menemukan air serta sumber penghidupan lainnya. Tapi, bagi Hajar, selagi masih ada Allah, maka (sekali lagi), Allah tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya. Pergilah hajar mencari air. Berlari ia, dari bukit Shafa hingga bukit Marwa. Lalu, kembali dari bukit Marwa ke bukit Shafa. Begitu terus ia lakukan, berlari dari Shafa menuju Marwa dan kembali hingga tujuh kali ia lakukan itu tanpa henti. Namun, tak ada yang ia dapatkan. Tidak air, tidak pula makanan. Berhenti Hajar di titik kepayahann...

Menjemput Kedewasaan

Gambar
Akhir-akhir ini aku dihadapkan oleh berbagai macam kisah dan cerita kehidupan tentang ini: kedewasaan. berbicara tentang ini, bagiku, kedewasaan tidak selalu terkait dengan tingkat usia atau tingkat kematangan biologis seseorang. Walaupun, kadang proses pendewasaan berawal dari sana. Kedewasaan bagiku sangat erat hubungannya dengan kebijaksanaan. Sementara kebijaksaan adalah proses yang matang dari sebuah kehidupan. Di sini lah tingkat usia berperan. Namun, bukan tingkat usia fisik sebagai penentunya, melainkan usia pengalaman hidup manusia. Karena memang, usia pengalaman seseorang tak selalu linier dengan usia fisiknya. Banyak dari manusia yang panjang usia fisiknya, tapi singkat usia pengalamannya. Tak banyak hal yang ia dapat dari tiap fragmen hidupnya. Miskin pengalaman ia. “Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita: "Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-se...

Sebuah Tanya: Kisah Anak Ayam dan Sepasang Sepatu

Gambar
Mitos nenek moyang kita ini memang unik: larangan lelaki Jawa menikahi perempuan Sunda, atau sebaliknya, larangan lelaki Sunda menikahi perempuan Jawa. Hasrat Prabu Hayam Wuruk, Raja Majapahit saat itu, untuk menikahi Putri Pajajaran, Dyah Pitaloka, konon menjadi asal muasal mitos ini. Di Pesanggrahan Bubat, Negeri Majapahit, rombongan Raja Pajajaran, Prabu Linggabuana dan Putri Dyah Pitaloka beserta hulubalang Kerajaan Pajajaran yang telah menyambut lamaran Prabu Hayam Wuruk ini malah menemui hal sebaliknya. Pernikahan besar dua kerajaan Tanah Jawa ini malah dijadikan alat oleh Mahapahit Gadjah Mada untuk menekan Pajajaran agar tunduk Majapahit dengan Putri Dyah Pitaloka sebagai “tanda takluk”nya. Jelas, sebagai ksatria, Prabu Linggabuana tegas menolak. Maka terjadi lah pertempuran tak seimbang antara Majapahit dan Pajajaran yang kita kenal hingga kini sebagai perang bubat. Akibatnya, terbunuh lah Prabu Linggabuana dan Putri Dyah Pitaloka hingga muncul sumpah serapah, larangan pern...

Mereka Yang Terluka Karena Cinta

Gambar
Apabila cinta memanggilmu Ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku Dan apabila sayapnya merangkummu Pasrahlah serta menyerah, Walau pedang tersembunyi di sela sayapnya itu melukaimu Dan jika dia bicara padamu, percayalah walau ucapannya membuyarkan mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan [Kahlil Gibran] Apik Gibran menggambarkan tentang cinta. Ya, cinta memang selalu mendua. Ia sanggup membumbungkan sang pecinta jauh ke puncak langit. Namun, ia juga tak segan melempar kembali sang pencinta, hingga jatuh ke bumi, tersungkur, lalu mati. “Begitulah cinta, deritanya tiada akhir”, kata Panglima Tian Feng, si Ti Pat Kai dalam serial Kera Sakti. Atau, seperti ibn Qayyim pernah berujar, “Sungguh menderita orang yang mencinta, jika jauh menangis karena ingin bertemu, jika dekat menangis karena takut berpisah.” Ah, rasa-rasanya cinta memang selalu seperti itu, sejak dulu. Kisah Layla Majnun menjadi kisah cinta paling dramatis dalam sejarah cinta umat manusia. Rome...