Postingan

Being a Dad

Gambar
Being a dad? It's a 'nano-nano' feeling. Seperti rollercoaster, kehidupan ini tak pernah ada dalam sejarah yang hanya datar-datar saja. Hidup itu penuh lika liku. Naik Turun. Berhenti, merangkak, berlari. Siapa yang sangka, Saya akhirnya laku (juga). Menikah, lalu punya anak (-anak). Menjadi seorang ayah. Saya makin meyakini hidup ini adalah lompatan dari satu ujian ke ujian lain. Dan diantara semua ujian yang kita lewati, selalu ada hikmah yang teramat indah untuk kita untai. Menjadi ayah itu berat, kawan. Sejak sebelum resmi menjadi ayah pun ujiannya berat. Bagaimana kondisi kehamilan yang antitesa dari kehamilan "kebo", berat calon bayi yang dibawah normal, hingga drama yang mengharuskan menyewa 2 tepat tinggal.  Hari pertama ia dilahirkan, drama pun lebih hebat. I have never handled a "fresh from oven" baby. Ia kehausan sangat dan menjerit tangis semalam suntuk. Saat tak ada susu yag dapat ia minum dan ibu yang sudah tak berdaya dikasu...

Apa itu (ber)jodoh?

Gambar
"Apa itu (ber)jodoh?" // Tanyaku, di suatu senja // Jawabmu... // 'Kala kita bersatu dalam kesamaan // Aku begini, kamu begini // Aku itu, kamu pun itu // Tak ada waktu tuk tuliskan perbedaan dalam naskah hidup yang kita jalani bersama' // Kuseruput secangkir teh pahit // Ditemani selapis roti yang mulai terasa hambar // "Kita adalah puzzle // Yang digunting-gunting oleh Tuhan // Menjadi bagian demi bagian // ... Kecil // Puzzle bukanlah dikatakan puzzle // Jika ia serupa // Jika ia sewarna // Bukan karena itu puzzle diciptakan // Puzzle adalah puzzle, // Jika dan hanya jika, // Beragam rupa, beraneka warna // Dan puzzle tidak diciptakan // Kecuali untuk saling melengkapi // Hingga tersusun satu diorama paling epik yang pernah diciptakan Tuhan // ... Keluarga hingga di Surga" // Kamu tambahkan sejumput gula pada tehku // Madu ditaruh, maniskan rotiku. // "Itulah (ber)jodoh // Dan kit...

Setangkup Rindu untuk Rindi

Adalah Rindu, (kata Gibran) ...menjadi jembatan penghubung antara pengharapan dan pencapaian. Adalah Rindi, (kata Aku) ....menjadi pendamping sepanjang kekal meniti jembatan rindu, sejengkal demi sejengkal. Adalah Malam, Hanya berselimutkan kain Rebah di tepi dipan Adalah Malam, Sunyi tanpa suara dan rekah senyummu Dingin tanpa peluk hangat Adalah Jarak, Betul, ia memisahkan Benar, ia menjauhkan Adalah Jarak, Namun ia membuncahkan Rindu Atas wajah teduh bernama Rindi The distance is nothing  when one has a motive (said Jane Austin, on Pride and Prejudice) Maka, Tujuan dan alasanku adalah Rindi yang kepadanya kupesembahkan setangkup Rindu Menebaskan jarak Menjemputmu kembali ke dekap ku Jakarta, 23 Sept 2015 Bersiap menjemput di kotamu Kembali ke kota Kita -SI-

Catatan Suami Rindi #3: Test Pack

Gambar
"Udah isi belum?" Begitu kira-kira tanya beberapa teman dalam beberapa waktu belakangan. "Udah, alhamdulillah..." Jawab saya singkat. Sembari mengelus-elus perut sendiri (yaiyalah masa' perut yang nanya). "Alhamdulillah, tadi pagi udah isi pake nasi uduk sama gorengan" Mantap saya menjawab (dalam hati). Sesungguhnya saya sudah jenuh dengan pertanyaan macam diatas. Maka saya beristikharah untuk mencari jawabannya. Dengan tingkat kemiringan isi kepala saya yang sudah makin besar derajatnya, sesuai yang kalian tahu. Maka saya memutuskan untuk: .......memakai test pack. Test pack yang saya pakai milik istri yang merupakan kado dari temannya. Mungkin ini adalah semacam karma. Istri dikadoi untuk pernikahan berupa test pack. Mungkin karena dulu saya mengkadoi seorang sahabat saya yang menikah dengan: .....jamu khusus pria. Berbekal test pack cuma-cuma inilah saya menemukan jawaban nya. ...Dan hasilnya adalah (pastinya): pos...

Catatan Suami Rindi #2: (ng)Gojek Seumur Hidup

Gambar
Genap 2 bulan saya menjadi teman hidup bagi Rindi Fidriantika. Dan menjadi suami, berarti siap menjadi apapun yang serba ajaib. Benar-benar ajaib memang sebuah pernikahan. Yang tadinya jarang mandi, sekarang mandi ga cukup 2x. Yang sebelumnya suka gulang-guling di kasur seharian, sekarang suka tidak suka harus bangun pagi dan cuci baju. Dulu suka lihat bola semalam suntuk, sekarang lebih banyak bergumul dengan sapu dan kain pel. Tapi itu mereka. Saya mah teteup. Jarang mandi, suka gulang-guling seharian dan fanatik bola. Lalu apa yang berubah dari saya? Tambah ganteng? Yang ini mah jelas, level ketampanan saya sudah mentok di level tertinggi. Tambah maju perutnya? Jelas. Kalau istri saya yang masak, nafsu makan suami meningkat karena lezatnya hasil karya istri. Makan bisa berpiring-piring. Nah, kalau saya yang masak, nafsu makan istri saya yang turun drastis sangking tidak karuannya itu rasa dan rupa makanan. Walhasil, saya yang menghabiskan makanan istri yang tak tega ia...

Catatan Suami Rindi #1 : Apa yang Harus Dipersiapkan?

Bilangan bulan sudah genap, saya menjadi suami bagi nyonya Setia Hati. Pelanginya rumah tangga menghiasi gubuk kami di 62C-3 Condet Baru, Condet Raya. Oh ya, silakan mampir jika berkenan. Jangan lupa ngetok pintunya pakai kado ya, kwokwok. Tulisan ini adalah tulisan perdana dari serial "Catatan Suami Rindi" yang rencananya akan terbit selama...selama apa ya... selama saya lagi mood nulis... Kkkk Pada tulisan perdana ini, saya tidak akan menulis tentang bagaimana kami bertemu dan akhirnya menikah. So last year. Apalagi cerita pengalaman malam pertama yang ternyata harus beberes tenda dan panggung. Perintah mertua. Hhhh Kembali ke topik. Saya ingin berbagi apa yang kita harus persiapkan sebelum menikah. Kita dalam perspektif laki-laki (dan memang tulisan ini didedikasikan untuk lelaki yang sudah siap menikah atau yang diambang kegalauan). Walau baru 30 hari, ya tak apa lah ya. Ada 3 dimensi, pertama (dan utama) adalah dimensi ukhrawi. Apa yang harus dipersiapkan? Selai...

me-Rindi-kan Rindu

me-Rindi-kan Rindu Apa itu Rindu? Satu purnama aku ditanya Maka, Jawab Jalaludin Rumi, yang karena rindu: "duri menjadi mawar, cuka menjelma anggur nun segar" yang karena-nya: "Betapa bahagia saat kita duduk di istana, kamu dan aku, Dalam dua rupa, Dalam dua wajah. Dengan satu jiwa" Apa itu Rindu?  Purnama kedua, aku ditanya Maka, Jawab ibn Qayyim, yang karena rindu, "Saat beratnya hari, hingga kembaliku ke rumah, menjumpaimu,  maka, lenyaplah letih tersebab senyum manismu"  yang karenanya, aku kembali mempertanyakan, "Apakah pesonamu yang sungguh memikat atau akalku yang sudah tak lagi di tempat" Apa itu Rindu? Purnama ketiga, kembali ku ditanya Maka, Jawab Erich Fromm kala ia mengubah, "I love you because i need you" menjadi "I need you because i love you"  mengubah cinta yang kekanakan menjadi cinta yang mendewasa Apa itu Rindu? Empat, lima,...