Postingan

Beriman Sejenak

Gambar
“Oleh karenanya banyak para ikhwah itu mengeluh, datang ikut liqo tetapi iman tidak terasa bertambah. Bahkan pulang liqo, pusing kepala. Kalau dulu datang liqo, pulang, semangat keimanan membara, kecintaan kepada Allah SWT -subhanahu wata’ala-. Sehingga habis malam itu dihabiskan untuk sujud kepada Allah dan berdiri di hadapan Allah. Sekarang, karena terlalu larut malam membicarakan masalah agenda-agenda, pulang tengah malam, tidur, subuhpun lewat. Apakah begitu kader da’wah?” ***** Nasihat di atas disampaikan oleh Dr Daud Rasyid kepada kita semua, aktivis dakwah. Renungan ini seharusnya menjadi titik refleksi akan dakwah kita. Karena rasa-rasanya, memang seperti ini adanya. Seperti cerita al akh, yang bosan terhadap dakwah, akhirnya. Bukan karena apa-apa. Alasannya sederhana. Hari-harinya melulu diisi dengan tanya saudaranya, “bagaimana amanahnya?”, “ gimana acaranya, sudah dapat pembicaranya?”,”tempat acaranya sudah di- booking belum?”, “bagaimana dananya?”. Jumud dia. Rindu ia...

Gairah Nikah Ala ADK

Gambar
"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku!" (HR. Ibnu Majah) “Jodoh itu di ada tangan Tuhan, bro ” kata seorang fulan, “makanya, buruan diambil! Kalau nggak diambil, ya bakalan tetap di tangan Tuhan terus!” ia melengkapi. Menarik! ******** Hari berganti hari, waktu terus berjalan tak kenal henti. Saat usia makin menua sementara takdir cinta dari-Nya tak kunjung hadir dan menyapa. Keresahan lah yang muncul. Saat sahabat dan rekan se- liqa’at silih berganti memberi undangan bahagianya, sementara diri masih sibuk menimbang dan terus menimbang. Kegalauan pun melanda. Saat gairah makin membuncah, sementara nikah hanya angan dan mimpi belaka, meminjam istilah seorang guru, inilah impotensi! Cita tanpa daya dan tanpa kuasa. Ini fenomena. Mungkin hanya sebagian saja. Atau lebih mungkin lagi, adalah sebagian besar di kalangan aktivis. Aktivis dakwah kampus (ADK) khususnya. Nikah itu sunnah, juga syariah. Namun, saat hal itu hanya menjadi diksusi, ca...

Majelis Syuro, Majelis Ilmu, dan Majelis Amal

Gambar
Ada banyak curhatan yang penulis dapatkan. Ada banyak kritik serta masukan yang penulis terima. Tentang aktivitas penulis dan sahabat-sahabat aktivis dakwah kampus. Tulisan ini mencoba untuk mengurai kembali catatan curhatan dan kritik yang terekam jelas di benak penulis. Satu waktu, ada seorang al akh yang bercerita, atau lebih tepatnya curhat. Kira-kira begini, “Kenapa ya, ada banyak waktu yang Allah berikan. Dari banyak waktu itu, sebagian besarnya kita habiskan untuk syuro, lalu syuro, dan ditutup dengan syuro. Seperti minum obat saja. Pagi, siang, sore, penuh dengan undangan syuro. Lalu, kapan amal dan ngajinya?” Atau, cerita-cerita berbeda namun dengan tipe yang sama. Ada mereka yang gemar menuntut ilmu, namun dipertanyakan komitmen amalnya. Atau, cerita tentang mereka yang beramal, beramal, dan terus beramal, namun tanpa ilmu dan perencanaan yang matang. Majelis syuro, majelis ilmu, dan majelis amal. Konteks majelis syuro adalah menyusun rencana strategis. Konteks majelis ilm...

Balada Pengurus Harian

Gambar
Bapak bosan, nak Mengapa kau bertanya seperti itu Dan lagi-lagi bertanya itu, nak? Selalu saja, selalu! Kau tanya bapak tentang namamu Melulu, kau tanya mengapa Begini, begitu Tak habis-habisnya Menggumam, Menggerutu, Begitu saja kerjamu Dari dulu Atau mau kau ubah? Buat slametan, Lengkap dengan nasi merah putih Seperti mau hajatan! Sudahlah, trima saja ini Bapak namakan mu dengan itu Setelah semedi sepuluh tambah tiga hari Di tahun baru, di bukit penuh batu Bukankah indah namamu? Seperti itu, tertera dalam akte kelahiran Lagipula semua sudah setuju Pak RT, Pak RW, Pak Lurah sampai Pak Presiden Nak, bapakmu ini sudah tua Hanya bisa menamakanmu begitu Karena ada harapan, ada doa Di balik nama yang kau protesi itu Anakku, sayang Bapakmu ini ingin bercerita Tentang masa lalu yang terkenang Ini cerita bapakmu saat muda Dengarkan! Karena inilah bapak menamaimu Diam dan perhatikan, Jangan kabur dulu! Dulu, bapakmu ini pernah kagum Pada mereka yang tiap waktu berkarya Walau ma...

Jama’ah Shalahuddin: Melawan Biasa!

Gambar
-Good is the enemy of great- Jim Collins 1976-2011, 36 tahun sudah Jama’ah Shalahuddin lahir dan berkembang serta mangambil bagian sebagai salah satu entitas dakwah, terutama dakwah kampus. Perjalanan panjang ini telah menjadikan Jama’ah Shalahuddin sebagai pionir dakwah kampus di Indonesia. Walhasil, pahit manisnya aktivitas dakwah sudah dirasakan semuanya, lengkap oleh Jama’ah Shalahuddin. Tak dapat dipungkiri memang, sebuah lembaga, apalagi yang telah puluhan tahun berkarya, mengalami pasang dan surut. Begitu pun Jama’ah Shalahuddin. Satu masa, Jama’ah Shalahuddin mampu berkarya dan berprestasi, namun di masa yang lain ia meredup. Konflik internal, gesekan eksternal, kebekuan gerakan, bahkan upaya pembubaran pernah Jama’ah Shalahuddin alami. Tapi, cukuplah 36 tahun menjadi bukti eksistensi Jama’ah Shalahuddin hingga saat ini. Jika kita hentikan sejenak romantisme sejarah Jama’ah Shalahuddin, lalu kembali duduk sembari mendiskusikan Jama’ah Shalahuddin kini dan masa depa...

Piagam Pemboikotan Terhadap Kaum Muslim dan Pembatalannya*

Gambar
Keberhasilan kaum Muslimin berhijrah ke Habasyah membuat kaum Quraisy kesal. Mau tak mau, Quraisy harus merancang strategi selanjutnya untuk menghadang dan menghentikan dakwah Rasul dan para sahabat setelah penindasan fisik langsung terhadap kaum muslimin gagal. Atau jika tidak, dakwah Islam semakin berkembang dengan dukungan Habasyah. Untuk itulah, atas inisiasi seorang Abu Jahal, disepakati sebuah konsesus bersama (shahifah atau nota kesepakatan) seluruh kepala kabilah Quraisy untuk melakukan pemboikotan terhadap kaum muslimin yang antara lain berisi lima hal. Pertama, mengucilkan Bani Hasyim dan Bani Muthalib dari kehidupan politik dan sosial. Kedua, tidak akan menikah dengan wanita-wanita dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Ketiga, tidak menikahkan putri-putri mereka dengan laki-laki dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Keempat, tidak menjual barang dan jasa kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Dan kelima, tidak membeli barang dan jasa dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Pertan...

Sebuah Perjalanan

Gambar
Malam ini ku terbisu Bukan karena dinginnya sepi Bukan pula takut akan sunyi Ini tentang sebuah waktu Perjalanan panjang ini Mengantarkanku pada suatu yang satu Jejak sejarah atas semua khidmat-ku yang terkenang hingga mati nanti Kala waktu kian berlalu Maka kemarin hanyalah hikmah Ilahi Sementara esok masih penuh misteri Maka, aku harus terus maju Biarlah sejarah terpatri saja dalam hati karena aku tetap harus terus berlari, maju, dan melaju Hingga Allah memeluk aku beserta asa yang menyatu padu Aku tak akan pernah rela cita dan cinta ini mati Wisma Shalahuddin, 8 Maret 2011